Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang
masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada
yang cepat, ada yang sebagian atau terbatas, ada yang menyeluruh. Perubahan
dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku, susunan organisasi, lembaga
sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang dan sebagainya. Semua
perubahan itu ada yang maju (progress)
dan ada yang mundur (regres)
(Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta, 2009)Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya Asalkan karena itu Tuhan menjadi sayang padaku Segala kehendakNya menjadi surga bagi cintaku
Silakan Translate.......
Minggu, 05 Mei 2013
Perubahan Komunikasi Masyarakat
Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang
masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok, ada yang lambat, ada
yang cepat, ada yang sebagian atau terbatas, ada yang menyeluruh. Perubahan
dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku, susunan organisasi, lembaga
sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang dan sebagainya. Semua
perubahan itu ada yang maju (progress)
dan ada yang mundur (regres)
(Syahrial Syarbaini dan Rusdiyanta, 2009)Sabtu, 04 Mei 2013
Tokoh-tokoh Sosiologi
a) Auguste Comte
Sosiologi lahir sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, baru muncul pada abad ke-19, yang dipopulerkan
oleh seorang filosof Prancis yang bernama Auguste Comte (1798–1857).
Comte merintis upaya penelitian terhadap masyarakat, yang selama
berabad-abad sebelumnya dianggap mustahil. Atas jasanya memperkenalkan
istilah sosiologi maka Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Ia
mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga sosiologi terlepas dari
ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19.
Rabu, 01 Mei 2013
Resiprocity
Modal sosial senantiasa diwarnai oleh kecenderungan
saling tukar kebaikan antar imdividu dalam kelompok atau antar kelopmok itu
sendiri. pola pertukaran ini bukanlah sesuatu yang dilakukan secara resiprokal
seketika seperti dlam proses jual beli melainkan suatu kombinasi jangka pendek
dan jangka panjang dalam nuansa altruism (semangat untuk membantu dan
mementingkan kepentingan orang lain). Seseorang atau banyak orang dari suatu
kelompok memiliki semangat untuk membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
Minggu, 07 April 2013
Percakapan sepasang kekasih yang telah berpacaran cukup lama
Percakapan sepasang kekasih yang telah berpacaran cukup lama n akhirnya mereka akan menikah :
co: akhirnya!aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
ce: apakah kau rela klo aku pergi?
co: tentu tidak! jangan pernah kau berpikiran seperi itu
ce: apakah kau mencintaiku?
co: tentu!selamanya akan tetap begitu!
ce: apa kau pernah selingkuh?
co: tidak!aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
ce: maukah kau menciumku?
co: ya
ce: sayangku
sesudah 5 tahun nikah….
tinggal baca dari bawah ke atas
co: akhirnya!aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
ce: apakah kau rela klo aku pergi?
ce: apakah kau mencintaiku?
co: tentu!selamanya akan tetap begitu!
ce: apa kau pernah selingkuh?
co: tidak!aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
ce: maukah kau menciumku?
co: ya
ce: sayangku
sesudah 5 tahun nikah….
tinggal baca dari bawah ke atas
Bijak Menggunakan Kekuatan
Kekuatan
dipergunakan sebagai pilihan terakhir
dimana kemanusiaan dan keadilan
tidak dapat mengatasi,
tetapi
apabila kepalan tangan dipergunakan dengan bebas
tanpa pertimbangan
maka
yang melakukan akan kehilangan harga diri
di hadapan orang lain
-Gichin Funakoshi-
dipergunakan sebagai pilihan terakhir
dimana kemanusiaan dan keadilan
tidak dapat mengatasi,
tetapi
apabila kepalan tangan dipergunakan dengan bebas
tanpa pertimbangan
maka
yang melakukan akan kehilangan harga diri
di hadapan orang lain
-Gichin Funakoshi-
Senin, 01 April 2013
Konsep Sederhana Islam Abangan
Lapisan dasar budaya jawa yang dalam dan meresap sering disebut Kejawen, diterjemahkan sebagai kejawaan atau jawanisme. Akhiran “isme” sangat menguntungkan, karena menyiratkan pengertian bahwa Kejawen adalah suatu ajaran dan praktek. Sebagai falsafah hidup Kejawen cukup luas cakupannya termasuk di dalam teologi, kosmologi, mitologi, metafisika, dan antropologi. Semua segi ini membentuk satu pandangan hidup Orang Jawa, sebagai sebuah sistem pemikiran tentang hubungan sosial meresap kedalam etika dan akal sehat yang mengatur hidup Orang Jawa (Niels Mulder, 1999).Seperti halnya masyarakat daerah lainnya di Indonesia, masyarakat Jawa
Minggu, 31 Maret 2013
Konsep Sederhana Modal Sosial
Modal sosial adalah salah satu komponen utama dalam menggerakkan kebersamaan, mobilitas ide, kesaling percayaan dan kesaling menguntungkan untuk mencapai kemajuan bersama (Jousairi Hasbullah 2006). Menurut Putnam modal sosial adalah bagian dari kehidupan sosial (jaringan, norma dan kepercayaan) yang medorong partisipan bertindak bersama secara efektif untuk mencapai tujuan bersama (Field, 2010). Penjelasan dari ketiga konsep modal sosial mengenai jaringan, norma dan kepercayaan:
Jaringan Sosial
Pada teori jaringan banyak di bahas tentang hubungan
antara satu aktor (individu atau kelompok) dengan aktor lainnya. Salah satu ciri
khas teori jaringan adalah pemusatan pemikiran pada tingkat makro, artinya
aktor atau pelaku bisa saja individu (Wellman, 1983 dalam Ritzer, 2004), atau mungkin juga kelompok, perusahaan dan masyarakat. Kaitannya dalam
hal ini teori jaringan membahas tentang hubungan yang terjadi pada tingkat
struktur sosial skala luas sampai Senin, 18 Februari 2013
sosiologi dan pasar
Seperti yang dikataka John Lie bahwa “Sejarah ekonomi tidak lain adalah sejarah dari upaya kami untuk memahami cara kerja dari ekonomi yang didasarkan pada transaksi pasar “.
Umumnya pasar merupakan tempat dimana barang dan jasa diperjualbelikan. Saat ini manusia hidup di era pasar dimana setelah runtuhnya komunisme pasar muncul sebagai satu-satunya bentuk pertukaran atau koordinasi dalam ekonomi yang kompleks. Pasar juga mendominas kehidupan sehari-hari manusia bahkan dalam realitas politik. Semua perilaku manusia dalam pasar dilihat sebagai peserta yang memaksimalkan kegunaan mereka dalam kegiatan berbagai pasar. Pasar dalam jurnal ini digunakan untuk menjelaskan kehidupan sosial dan ekonomi daripada menjelaskan mengenai pasar itu sendiri.
Pasar juga menuai adanya kritik moral karena keberadaannya pasar membuat kesenjangan sosial maupun kerusakan lingkungan. Kritik moral terhadap pasar juga merupakan bagian yangtak terpisahkan dari wacana publik ydan memainkan peran yang signifikan yaitu membentu teori sosial yang ilmiah mengenai pasar. Oleh karena itu kritik dan keprihatinan terhadap pasar juga memperkuat pemahaman dan penjelasan mengenai pasar.
Umumnya pasar merupakan tempat dimana barang dan jasa diperjualbelikan. Saat ini manusia hidup di era pasar dimana setelah runtuhnya komunisme pasar muncul sebagai satu-satunya bentuk pertukaran atau koordinasi dalam ekonomi yang kompleks. Pasar juga mendominas kehidupan sehari-hari manusia bahkan dalam realitas politik. Semua perilaku manusia dalam pasar dilihat sebagai peserta yang memaksimalkan kegunaan mereka dalam kegiatan berbagai pasar. Pasar dalam jurnal ini digunakan untuk menjelaskan kehidupan sosial dan ekonomi daripada menjelaskan mengenai pasar itu sendiri.
Pasar juga menuai adanya kritik moral karena keberadaannya pasar membuat kesenjangan sosial maupun kerusakan lingkungan. Kritik moral terhadap pasar juga merupakan bagian yangtak terpisahkan dari wacana publik ydan memainkan peran yang signifikan yaitu membentu teori sosial yang ilmiah mengenai pasar. Oleh karena itu kritik dan keprihatinan terhadap pasar juga memperkuat pemahaman dan penjelasan mengenai pasar.
Jumat, 28 Desember 2012
Ciri Khas Masyarakat Jawa
a. Bahasa
Orang Jawa adalah orang yang mempunyai bahasa ibu yang sebagian besar bermukim di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan pusat kebudayaan berkiblat pada Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta, meskipun sebagian besar orang Jawa berdomisili di daerah lain namun tata cara kehidupannya baik cara berpikir, berperasaan masih tetap menggunkana pola Jawa, dan mengaku sebagai orang Jawa karena tetap hidup dengan budaya Jawa (Sarjana Hadiatmaja dan Kuswa Endah. 2009).
Kamis, 20 Desember 2012
Dramaturgi: Hidup di Atas Panggung
Setiap insan punya satu
peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Dan ada peran berpura-pura
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
(Ian
Antono dan Taufik Ismail)
---artikel oleh Galih Dan---
Perhatikan gambar dan lirik lagu “panggung sandiwara” diatas, manusia dalam kehidupannyaselalu
memainkan peran, ada peran wajar dan juga ada peran berpura-pura. Isi lagu ini
sangat sesuai dengan teori dramaturgi yang juga dikemukakan oleh sosiolog Erving Goffman. Erving Gofman mengibaratkan dunia dengan
panggung sandiwara dimana kita
Label:
analisis teori dramaturgi,
back stage,
Dramaturgi,
erving goffman,
front stage,
goffman,
panggung sandiwara,
sosiologi,
sosiologi modern,
teori dramaturgi,
teori sosiologi modern
Realitas Sosial Budaya
1. Konsep Realitas Sosial Budaya
Realitas
sosial budaya mengandung arti kenyataan-kenyataan sosial budaya di sekitar
lingkungan masyarakat tertentu. Kenyataan sosial ini terjadi dikarenakan adanya
pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat.
a. Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau saling
berinteraksi secara tetap dan memiliki kepentingan yang sama.
b. Nilai
Nilai merupakan hal yang dianggap baik atau buruk bagi kehidupan
bermasyarakat. Nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada
segala sesuatu yang terbukti memiliki daya guna fungsional bagi kehi dupan
bersama.
c. Norma
Norma merupakan pedoman atau patokan bagi perilaku dan tindakan seseorang
atau masyarakat yang bersumber pada nilai. Norma masyarakat merupakan
perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut.
d. Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan dan pengaruh timbal balik antar
individu antara individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
Label:
interaksi sosial,
kebudayaan,
kenakalan remaja,
masyarakat,
materi realitas sosial,
materi sosiologi,
materi sosiologi kelas X,
nilai,
norma,
realitas sosial adalah,
sosiologi
Rabu, 19 Desember 2012
Perkembangan Sosiologi di Indonesia
Sejak
jaman kerajaan di Indonesia sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia
sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para
pujangga Indonesia. Misalnya saja Ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Sri
PAduka Mangkunegoro dari Surakarta, mengajarkan tata hubungan antara para
anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan-golongan yang berbeda,
banyak mengandung aspek-aspek Sosiologi, terutama dalam bidang hubungan antar
golongan (intergroup relations).
Ki
Hajar Dewantoro, pelopor utama pendidikan nasional di Indonesia, memberikan
sumbangan di bidang sosiologi terutama mengenai konsep-konsep kepemimpinan dan
kekeluargaan di Indonesia yang dengan nyata di praktikkan dalam organisasi pendidikan
Taman Siswa.
Pada
masa penjajahan Belanda ada beberapa karya tulis orang berkebangsaan
WANITA oh WANITA ….
Jika dikatakan cantik dikira menggoda, jika dibilang
jelek di sangka menghina.Bila dibilang lemah dia protes, bila dibilang perkasa dia nangis.
... Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak (sambil ngomel “masa disamakan dengan cowok?”).
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
Uang dalam Pandangan Sosiologi
Oleh: Galih
Danariyanto
Time is money. Semua orang
bekerja mengejar uang, memburu rupiah. Secara perlahan kita sudah terbiasa
hidup didampingi uang. Segala sesuatu yang kita inginkan juga dapat dengan
mudah kita dapatkan asalkan kita mempunyai uang. Dari kebutuhan sederhana
sampai yang mewah hanya bisa didapatkan dengan uang. Uang seakan menjadi hal
yang pokok dan utama dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apabila kita tak
punya uang sehari saja dan kita tak punya apa-apa untuk makan atau minum?
Apakah dengan mempunyai uang banyak masa depan kita juga terjamin?
Saat ini manusia sangat berorientasi pada uang.
Uang menjadi berhala baru yang dikejar dan disembah. Persaingan dalam memperoleh uang juga tak kalah
kejamnya dari persaingan dalam ”hutan” seperti yang dibayangkan oleh Darwin
(survival of the fittest: kemampuan bertahan hidup). Uang menjadi dewa yang
mahakuasa: segalanya bisa dibeli; harta maupun manusia. Betapapun besar dan banyaknya uang yang kita dimiliki, kita tidak akan
merasa cukup. Di sinilah kemudian orang terus “mengejar” dan “memburu” uang, yang
menjadikan kita serakah bahkan terus berusahaSekilas mengenai Sosiologi
Sosiologi berasal dari kata Latin socius, dan kata Yunani yaitu logos.
Socius berarti kawan atau teman, dan logos berarti penge-tahuan.
Dengan demikian, sosiologi berarti pengetahuan tentang perkawanan atau
pertemanan. Pengertian pertemanan ini kemudian diperluas cakupannya menjadi
sekelompok manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat, atau bisa disebut
dengan masyarakat. Dengan demikian, sosiologi diartikan sebagai pengetahuan
tentang hidup bermasyarakat. Kata socius dibentuk dari kata “sosial”
yang diartikan sebagai “serba berjiwa kawan,” “serba terbuka” untuk orang lain,
untuk memberi dan menerima, untuk umum.
Sosiologi merupakan salah satu cabang ilmu sosial. Adapun yang dimaksud
dengan ilmu sosial ialah keseluruhan disiplin ilmu yang di dalamnya terdapat
unsur dalam membentuk kehidupan masyarakat dan budaya. Seperti ilmu-ilmu sosial
Kajian Teoritis Sosiologi Pendidikan
Perubahan sosial yang
terjadi di dalam masyarakat mempengaruhi institusi pendidikan, bila perubahan
itu cepat maka dampaknya pun sangat dirasakan oleh lembaga pendidikan, sebab
lembaga pendidikan adalah salah satu lembaga kemasyarakatan yang keberadaannya
untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pendidikan
dalam pandangan tokoh fungsionalis:
1. Emile Durkheim
Pendidikan
dipersepsikan oleh Durkheim sebagai suatu kesatuan utuh dari masyarakat secara
keseluruhan. Pendidikan sebagai dasar masyarakat menentukan proses alokasi dan
distribusi sumber-sumber perubahan. Pendidikan juga dipandang sebagai institusi
yang berfungsi sebagai baby sitting
yang bertugas agar masyarakat tidak ada yang memiliki perilaku
Memahami Sosiologi Pendidikan
A.
Kajian Sosiologi Pendidikan
Kajian dan analisis
sosiologi terhadap dirintis oleh Durkheim dan Weber yang kemudian dilanjutkan
oleh para muridnya. Kajian sosiologi pendidikan di Indonesia telah lama dikenalkan
melalui mata kuliah pada mahasiswa di bidang kependidikan di perguruan tinggi.
Sosiologi pendidikan berfungsi menyediakan visi, pemahaman dan kemampuan
terhadap proses pendidikan dan kemampuan bekerja dalam pendidikan dengan
memanfaatkan dinamika struktural dan proses sosial terkait dengan pendidikan.Sekilas Sosiologi Pariwisata di Kawasan Yogyakarta
- Objek
Wisata Keraton Yogyakarta
Aspek
sosiologis di Keraton Yogyakarta dapat dilihat dari proses sosialnya bisa
dilihat adanya struktur sosialnya. Struktur sosial yang ada di Keraton
Yogyakarta dilihat dari stratifikasi sosial secara vertikal seperti adanya
stratifikasi sosial terbuka dan tertutup. Stratifikasi sosial secara tertutup,
dahulu waktu zaman penjajahan stratifikasi seperti bangsawan, raja sangat
diperjelas dengan tujuan memecah belah persatuan. Dilihat dari segi
diferensiasi sosial dalam hal profesi terlihat pengaruh dari stratifikasi
sosial yang tidak mencolok dan tidak membedakan antara rakyat dan raja dalam
hubungannya.
Dilihat
dari segi ineraksi sosial di obyek wisata keraton Yogyakarta terlihat adanya
kerjasama antara pihak keraton dan masyarakat sekitar. Pihak keratn
Label:
analisis sosiologi pariwisata,
Candi Prambanan,
Kaliurang,
Keraton Yogyakarta,
Kota Gede,
Malioboro,
Monjali,
Monumen jogja,
Parangtritis,
pariwisata,
Sosio,
sosiologi,
Sosiologi Pariwisata,
Taman Sari,
Yogyakarta
Langganan:
Postingan (Atom)





