Oleh: Galih
Danariyanto
Time is money. Semua orang
bekerja mengejar uang, memburu rupiah. Secara perlahan kita sudah terbiasa
hidup didampingi uang. Segala sesuatu yang kita inginkan juga dapat dengan
mudah kita dapatkan asalkan kita mempunyai uang. Dari kebutuhan sederhana
sampai yang mewah hanya bisa didapatkan dengan uang. Uang seakan menjadi hal
yang pokok dan utama dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apabila kita tak
punya uang sehari saja dan kita tak punya apa-apa untuk makan atau minum?
Apakah dengan mempunyai uang banyak masa depan kita juga terjamin?
Saat ini manusia sangat berorientasi pada uang.
Uang menjadi berhala baru yang dikejar dan disembah. Persaingan dalam memperoleh uang juga tak kalah
kejamnya dari persaingan dalam ”hutan” seperti yang dibayangkan oleh Darwin
(survival of the fittest: kemampuan bertahan hidup). Uang menjadi dewa yang
mahakuasa: segalanya bisa dibeli; harta maupun manusia. Betapapun besar dan banyaknya uang yang kita dimiliki, kita tidak akan
merasa cukup. Di sinilah kemudian orang terus “mengejar” dan “memburu” uang, yang
menjadikan kita serakah bahkan terus berusaha